We want to hear from you!Take our 2021 Community Survey!
This site is no longer updated.Go to react.dev

Komposisi vs Pewarisan

These docs are old and won’t be updated. Go to react.dev for the new React docs.

React memiliki model/gaya komposisi yang cukup powerful, dan kami merekomendasikan penggunaan komposisi dibandingkan pewarisan (inheritance) untuk menggunakan kembali kode antar komponen.

Pada bagian ini, kita akan melihat beberapa kasus di mana para pengembang yang baru mengenal React sering kali akan mencoba menerapkan pewarisan, dan kami akan menunjukkan bagaimana kita dapat menyelesaikan kasus-kasus tersebut dengan komposisi.

Kontainmen

Beberapa komponen tidak serta-merta mengetahui komponen anak mereka (children) ketika mereka didefinisikan. Kasus ini umum terjadi khususnya untuk komponen seperti Sidebar atau Dialog yang merepresentasikan komponen “kotak” biasa.

Kami merekomendasikan komponen-komponen seperti ini untuk menggunakan props spesial bernama children untuk menambahkan elemen-elemen anak secara langsung di keluaran mereka:

function FancyBorder(props) {
  return (
    <div className={'FancyBorder FancyBorder-' + props.color}>
      {props.children}    </div>
  );
}

Ini memungkinkan komponen lain untuk menambahkan komponen anak apapun dengan menyarangkan JSX seperti ini:

function WelcomeDialog() {
  return (
    <FancyBorder color="blue">
      <h1 className="Dialog-title">        Selamat Datang      </h1>      <p className="Dialog-message">        Terima kasih telah mengunjungi pesawat luar angkasa kami!      </p>    </FancyBorder>
  );
}

Coba di CodePen

Apapun yang berada di dalam tag JSX <FancyBorder> akan dioper ke komponen FancyBorder sebagai props children. Karena FancyBorder me-render {props.children} di dalam sebuah <div>, elemen yang dioper tersebut akan muncul di hasil keluaran akhirnya.

Walaupun kasus seperti ini jarang terjadi, terkadang Anda mungkin membutuhkan beberapa “lubang” di dalam sebuah komponen. Dalam kasus seperti ini Anda dapat menggunakan konvensi Anda sendiri alih-alih menggunakan children:

function SplitPane(props) {
  return (
    <div className="SplitPane">
      <div className="SplitPane-left">
        {props.left}      </div>
      <div className="SplitPane-right">
        {props.right}      </div>
    </div>
  );
}

function App() {
  return (
    <SplitPane
      left={
        <Contacts />      }
      right={
        <Chat />      } />
  );
}

Coba di CodePen

Elemen-elemen React seperti <Contacts /> dan <Chat /> sebenarnya hanya objek biasa, oleh karenanya Anda dapat mengoper mereka sebagai props selayaknya data lain. Pendekatan ini mungkin mengingatkan Anda dengan “slot” di library lain namun tidak ada batasan apapun mengenai apa yang dapat Anda oper sebagai props di React.

Spesialisasi

Terkadang kita menganggap beberapa komponen sebagai “kasus spesial” dari komponen lainnya. Sebagai contoh, kita dapat menganggap sebuah komponen WelcomeDialog sebagai kasus spesial dari Dialog.

Di React, kasus seperti ini juga dapat diselesaikan dengan komposisi, di mana sebuah komponen yang lebih “spesifik” me-render sebuah komponen yang lebih “umum” dan mengkonfigurasinya menggunakan props:

function Dialog(props) {
  return (
    <FancyBorder color="blue">
      <h1 className="Dialog-title">
        {props.title}      </h1>
      <p className="Dialog-message">
        {props.message}      </p>
    </FancyBorder>
  );
}

function WelcomeDialog() {
  return (
    <Dialog      title="Selamat Datang"      message="Terima kasih telah mengunjungi pesawat luar angkasa kami!" />  );
}

Coba di CodePen

Komposisi juga bekerja sama baiknya untuk komponen yang didefinisikan menggunakan kelas:

function Dialog(props) {
  return (
    <FancyBorder color="blue">
      <h1 className="Dialog-title">
        {props.title}
      </h1>
      <p className="Dialog-message">
        {props.message}
      </p>
      {props.children}    </FancyBorder>
  );
}

class SignUpDialog extends React.Component {
  constructor(props) {
    super(props);
    this.handleChange = this.handleChange.bind(this);
    this.handleSignUp = this.handleSignUp.bind(this);
    this.state = {login: ''};
  }

  render() {
    return (
      <Dialog title="Program Eksplorasi Mars"
              message="Bagaimana kami memanggil Anda?">
        <input value={this.state.login}               onChange={this.handleChange} />        <button onClick={this.handleSignUp}>          Daftarkan Saya!        </button>      </Dialog>
    );
  }

  handleChange(e) {
    this.setState({login: e.target.value});
  }

  handleSignUp() {
    alert(`Selamat Datang, ${this.state.login}!`);
  }
}

Coba di CodePen

Lalu Bagaimana Dengan Pewarisan?

Di Facebook, kami telah menggunakan React untuk ribuan komponen, dan kami belum menemukan satu pun kasus di mana kami merekomendasikan pembuatan komponen secara pewarisan.

props dan komposisi memberikan Anda semua fleksibilitas yang Anda butuhkan untuk mengkustomisasi tampilan dan perilaku sebuah komponen secara eksplisit dan aman. Perlu diingat bahwa komponen dapat menerima props apapun, termasuk nilai-nilai primitif, elemen React, atau fungsi.

Jika Anda berniat untuk menggunakan kembali fungsionalitas yang bersifat non-antarmuka pengguna, kami menyarankan agar Anda mengekstraknya ke dalam sebuah modul JavaScript terpisah. Komponen kemudian dapat mengimpornya untuk menggunakan fungsi, objek, atau kelas tersebut, tanpa perlu mewarisinya.

Is this page useful?Edit halaman ini